Workshop Peningkatan Cakupan Asi Eksklusif

pascal-edu.com – Dalam rangka Program Perbaikan Gizi, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon tahun 2015 beberapa waktu lalu menggelar workshop “Penguatan Peningkatan Cakupan ASI Eksklusif Tingkat Kabupaten Cirebon”. Menurut Hj. DR dr. Utami Rusli , SpA sebagai pembicara utama workshop tersebut, setiap ibu bekerja di Indonesia berhak tetap me nyusui anaknya. Ini merupa kan rekomendasi dari WHO serta UNICEF dan beberapa lembaga nasional maupun internasional lainnya.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, pasal 128 tertulis bahwa setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan, kecuali atas indikasi medis. Ditekankan juga sewaktu pemberian ASI, semua pihak keluarga, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan masyarakat sekitar, harus mendukung Ibu bayi dengan penuh fasilitas khusus.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) pun juga menetapkan bahwa Ibu menyusui berhak untuk memperoleh waktu istirahat (lebih dari sekali dalam sehari), ataupun mendapatkan pengurangan jam kerja (yang tetap digaji) untuk bisa menyusui anaknya atau memerah/memompa ASI. Sementara di Indonesia hak ibu berkerja untuk bisa menyusui tertuang dalam Kepmenkes 450/2004.

Di situ dijelaskan ibu yang sudah kembali bekerja diberikan dukungan untuk tetap memberikan ASI kepada bayinya . Workshop ini juga diha diri para tokoh dan penggiat ASI Kabupaten Cirebon, seperti H. Moh. Sofyan, SH, MH (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Cirebon ), Hj. Wahyu Tjiptaningsih Sunjaya (Ket. TP PKK Kab. Cirebon, dan dr. Hj. Dwi Sudarni (Kabid Kesehatan Keluarga Dinkes Kab. Cirebon).

Lomba Bayi Hebat

Pencapaian tahapan perkembangan secara optimal terkait erat dengan asupan gizi yang didapat si kecil. Mohon selalu diingat, pemberian gizi yang tepat dalam 1.000 hari pertama kehidupannya (sejak masa konsepsi sampai anak berusia 2 tahun) memegang peranan penting, termasuk untuk membantu bayi mencapai tahap-tahap perkembangan sesuai usianya.

Kekurangan beberapa zat gizi mikro misalnya zat besi, seng, kalium, dan magnesium dapat menghambat optimalisasi kecerdasan anak. Ingat zat besi diperlukan untuk pembentukan selubung saraf otak dan sel darah merah, seng untuk stabilisasi membran otak, magnesium untuk memperkuat daya ingat dan kemampuan belajar, serta kalium yang menjaga fungsi vital seperti otak agar tetap dalam kondisi normal.

Selain itu, defisiensi keempatnya juga dapat meningkatkan risiko stunting (perawakan pendek akibat kekurangan zat gizi). Tentu tak ada yang menginginkan itu. Untuk itulah penting bagi Ibu untuk selalu memantau grafik pertumbuhan buah hati yang bisa dilihat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Berbicara mengenai tahap perkembangan si kecil, momen-momen itu tentulah layak diabadikan. Mengerti kebutuhan dari para Ibu yang ingin selalu berbagi kebahagiaan dengan membagikan foto buah hatinya.